Perbedaan eubacteria dan archaebacteria
Eubacteria: [berasal dari eu=sejati, dan bacteria=bakteri] yang kita kenal sehari-hari sebagai bakteri. Dinding selnya mengandung peptidoglikan. (Peptidoglikan merupakan gabungan protein dan polisakarida)

*Archaebacteria: [archaio=kuno, Yunani] Hidup di lingkungan yang ekstrim (contoh: di temperatura yang amat tinggi atau amat rendah). Berbeda dengan Eubacteria, Arachaebacteria dindingselnya tak mengandung peptidoglikan, namun membran plasmanya mengandung lipid.

Berdasarkan lingkungan ekstrimnya, dibagi menjadi 3 kelompok:
- Metanogen: Menghasilkan metana dari gas hidrogen dan CO2 atau Asam Asetat. Biasa hidup di rawa sebagai pengurai
- Halofil: hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi.
- Termoasidofil: Hidup di lingkungan yang panas dan asam. (misal: di kawah vulkanik)

0 komentar:

Poskan Komentar